SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE TPP PROVINSI MALUKU, TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA.

Minggu, 19 Oktober 2025

Desa Eliasa Pemanfaatan Dana Desa inovasi pembuatan Garam

 


Desa Eliasa adalah sebuah desa yang terletak di pulau Selaru Kecamatan Selaru Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku. Wilayah Eliasa adalah ujung pulau Selaru yang memiliki jarak paling dekat (Kepulauan Tanimbar) dengan negara Kanguru Australia.

Pemerintah Desa Eliasa melakukan teroborosan baru dibidang pengembangan sumber daya alam untuk dikelola menjadi sesuatu yang dapat meningkatkan ekonomi desa. Hal tersebut disampaikan kepala desa Eliasa "Marthen D Rudy Amarduan" ketika dihubungi via telpon selulernya.

Menurutnya usaha pengembangan pembuatan garam kasar ini telah dimulai sejak tahun 2017 lalu, namun sempat terhenti karena  mengundurkan diri untuk mengikuti konstelasi politik. Tetapi waktu itu sudah dilakukan pembebasan lahan seluas satu hektar.

Kemudian pada 2025 ini kami mencoba menganggarkan melalui Dana Desa dengan nilai Rp.16 juta untuk pembelian meja pengeringan garam sebanyak 6 unit dengan masing masing ukuran 35mx3,5m, dan kita sudah gunakan untuk pengeringan garam dan  sudah dipanen pada tanggal 04/10/2025 lalu, bertepatan dengan hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar,ucapnya.

Adapun hasil yang didapat lebih kurang Empat Ton, menurut perhitungan sebenarnya dengan luasan yang ada hasil tidak sesuai karena keterlambatan pencairan anggaran untuk pengadaan alat pengering. Semoga di tahap dua pembuatan ini hasilnya dapat lebih maksimal, harap Amarduan.


Lebih lanjut Amarduan berharap dengan adanya Inovasi ini, dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakatnya, karena saat ini sudah ada 8 orang tenaga kerja. Kemudian dia juga meminta perhatian Pemerintah Daerah khususnya Dinas terkait untuk membantu melakukan pelatihan praktis terkait pemgolahan, pasaran penjualan dan penganggaran yang lebih besar untuk memperluas lahan pengolahan, tutupnya.

Turut hadir pada panen raya garam tersebut: Babinsa, Babinkabtibmas, BPD, Pemerintah Desa, PKK, dan toko agama, tokoh adat dan masyarakat.

*d.Pati*

Soft Opening Mini Soccer Hatukau Desa Batu Merah Kota Ambon

 


Cerita pendampingan kali ini cukup menguras waktu memang sih sudah biasa tetapi kali ini agak berbeda,  Kalau otak sih sudah biasa bagi kami pendamping Desa. Kali ini datang dari Negeri Batu Merah Kota Ambon.

Berhubung Pendamping Lokalnya di Desa lain maka saya diminta mendampingi pendamping teknik bersama Tim RKP melakukan evaluasi dan perengkingan kegiatan setelah mereka sebelumnya melakukan survey lapangan sesuai dengan usulan kegiatan yang masuk saat Musyawarah perencanaan desa bulan lalu.

Setelah berjibaku dengan kegiatan bersama TIM RKP dilanjutkan dengan kegiatan soft opening moni soccer sore harinya tepat pukul 16:30 WIT.dan selesai saat tiba waktu azan magrib

Pemerintah Negeri Batu Merah resmi membuka penggunaan lapangan mini soccer hari ini, jumat(17/10/2025). Soft opening ini dibuka langsung oleh Raja Negeri Batu Merah,Ali Hatala. 

Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan stadion untuk aktifitas olahraga, setelah melalui pembangunan yang mengacu pada standar Federasi Internasional de Football Association(FIFA).

Raja Negeri Batu Merah ,Ali Hatala dalam sambutannya mengatakan

“ Hari ini kita gelar soft opening untuk penggunaan satu lapangan. Insya Allah setelah lapangan ke-dua selesai maka kita akan lakukan gran opening dan mengundang pihak-pihak terkait. Saya selaku pimpinan Negeri mengapresisi kerja pengurus BUMDes/Neg, Saniri Negeri, atas terlaksananya pembangunan dan kegiatan soft opening ini”

Lapangan Mini Soccer ini juga dijadikan base camp bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) Hatukau Putra yg dibina oleh Said Nurlete. SSB Hatukau Putra merupakan SSB milik Pemerintah Negeri Batu Merah yang pengelolaannya langsung di bawah Pemerintah Negeri untuk menjadi wadah bagi pengembangan talenta olahraga Maluku khususnya generasi muda negeri Batu Merah.


Lapangan Mini Soccer Hatukau merupakan satu-satunya lapangan yang pertama dibangun di provinsi berjuluk seribu pulau ini. Lapangan berada di jantung ibu kota provinsi Maluku ini merupakan aset Negeri dan dikelola oleh BUMDes, dibangun dengan menggunakan Dana Desa. Sebagai penyertaan Modal Bumdes,

“Ada dua lapangan yang kita bangun hari ini kita resmikan penggunaannya untuk satu lapangan, sementara satu lapangan Insya Allah akan tuntas paling lambat di akhir bulan, karena progres pembangunannya sudah selesai tinggal finishing akhir saja, sekitar 3 persenlah” ucap Hatala .

“ Mini soccer ini bukan hanya tempat bermain, tetapi juga tempat membina silaturahmi, kebersamaan, dan semnagat Sportivitas. Ini akan menjadi pusat kegiatan positif bagi generasi muda Batu Merah, kata Budi Wijatno

“Peminat mini soccer semakin banyak terlihat dari jadwal pengguna yang sudah mendaftar menjadi member untuk menggunakan lapangan” ukarnya

Pembangunan  mini soccer sebagai komitmen untuk memperkuat sarana olahraga dan mendukung pembentukan  karakter generasi muda bangsa, dan terpenting lapangan ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa/Negeri yang bisa menyumbang Pendapatan Asli Desa/Negeri(PADes/Neg bagi negeri Batu Merah;

Turut hadir dalam Soft Opening ini, Saniri Negeri Batu Merah, Pembina SSB Hatukau Putra, Pengurus BUMNeg Hatukau, Staf Desa dan Pendamping Desa Kota Ambon yang terus mengawal penggunaan Dana Desa di Kota Ambon, (Baria Ngaja,SP. TAPM Kota Ambon)

Kamis, 16 Oktober 2025

Pentingnya Pelatihan Ketrampilan Dasar Bagi Kader Posyandu Desa

 

Desa Hative Kecil kembali mengadakan kegiatan pelatihan  bagi kader Posyandu , bertempat di ruang  pertemuam Balai Desa Hative Kecil, kecamatan Sirimau Kota Ambon , Rabu (16/10/2025)

Pelatihan ketrampilan dasar bagi kader posyandu hari ini diadakan oleh desa sebagai salah satu  kegiatan prioritas desa tahun 2025, Mengingat pentingnya layanan dasar bagi  masyarakat, seperti kesehatan dan pendidikan sehingga  dalam  Musyawarah Perencanaan Desa (MUSDES) tahun 2024 diusulan kegiatan  ini untuk dilakukan dan dibiayai dalam APBDes 2025,

Tujuan besar dari pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengelola posyandu secara lebih professional serta meningkatkan  kualitas pelayanan kesehatan dasar yang mencakup seluruh silklus kehidupan dan juga bertujun untuk:

1.Meningkatkan kompetensi  membekali kader dengan 25 ketrampilan  dasar, baik   teknis maupun digital sesuai standan kementrian kesehatan

2.Menstandarkan  pelayanan Kesehatan, memastikan semua kader memiliki kemampuan yang seragam untuk memeberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas

3.Menguatkan  peran kader: Meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan peran aktif kader sebagai mitra Puskesmas.

4.Meningkatkan kualitas layanan: Memastikan kader mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pelatihan   tatap muka dengan metode Blanded (menggabungkan teori dan praktek ) ini berfokus pada  berbagai aspek pelayanan kesehatan dasar, seperti penimbangan dan pengukuran yang akurat, edukasi gizi, deteksi dini penyakit, serta perawatan lansia.

Kegiatan ini menghadirkan  Narasumber dari Puskesmas Hative Kecil, dalam memberikan pelatihan  serta edukasi bagi kader posyandu 

(Baria Ngaja,SP. TAPM Kota Ambon)




Desa Eliasa Pemanfaatan Dana Desa inovasi pembuatan Garam

  Desa Eliasa adalah sebuah desa yang terletak di pulau Selaru Kecamatan Selaru Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku. Wilayah Eliasa adalah u...