Cerita pendampingan kali ini cukup
menguras waktu memang sih sudah biasa tetapi kali ini agak berbeda, Kalau otak sih sudah biasa bagi kami
pendamping Desa. Kali ini datang dari Negeri Batu Merah Kota Ambon.
Berhubung Pendamping Lokalnya di
Desa lain maka saya diminta mendampingi pendamping teknik bersama Tim RKP
melakukan evaluasi dan perengkingan kegiatan setelah mereka sebelumnya melakukan
survey lapangan sesuai dengan usulan kegiatan yang masuk saat Musyawarah
perencanaan desa bulan lalu.
Setelah berjibaku dengan kegiatan
bersama TIM RKP dilanjutkan dengan kegiatan soft opening moni soccer sore
harinya tepat pukul 16:30 WIT.dan selesai saat tiba waktu azan magrib
Pemerintah Negeri Batu Merah
resmi membuka penggunaan lapangan mini soccer hari ini, jumat(17/10/2025). Soft
opening ini dibuka langsung oleh Raja Negeri Batu Merah,Ali Hatala.
Kegiatan ini sekaligus menandai
dimulainya pemanfaatan stadion untuk aktifitas olahraga, setelah melalui
pembangunan yang mengacu pada standar Federasi Internasional de Football
Association(FIFA).
Raja Negeri Batu Merah ,Ali
Hatala dalam sambutannya mengatakan
“ Hari ini kita gelar soft
opening untuk penggunaan satu lapangan. Insya Allah setelah lapangan ke-dua
selesai maka kita akan lakukan gran opening dan mengundang pihak-pihak terkait.
Saya selaku pimpinan Negeri mengapresisi kerja pengurus BUMDes/Neg, Saniri
Negeri, atas terlaksananya pembangunan dan kegiatan soft opening ini”
Lapangan Mini Soccer ini juga
dijadikan base camp bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) Hatukau Putra yg dibina oleh
Said Nurlete. SSB Hatukau Putra merupakan SSB milik Pemerintah Negeri Batu
Merah yang pengelolaannya langsung di bawah Pemerintah Negeri untuk menjadi
wadah bagi pengembangan talenta olahraga Maluku khususnya generasi muda negeri
Batu Merah.
Lapangan Mini Soccer Hatukau merupakan satu-satunya lapangan yang pertama dibangun di provinsi berjuluk seribu pulau ini. Lapangan berada di jantung ibu kota provinsi Maluku ini merupakan aset Negeri dan dikelola oleh BUMDes, dibangun dengan menggunakan Dana Desa. Sebagai penyertaan Modal Bumdes,
“Ada dua lapangan yang kita
bangun hari ini kita resmikan penggunaannya untuk satu lapangan, sementara satu
lapangan Insya Allah akan tuntas paling lambat di akhir bulan, karena progres
pembangunannya sudah selesai tinggal finishing akhir saja, sekitar 3 persenlah”
ucap Hatala .
“ Mini soccer ini bukan hanya
tempat bermain, tetapi juga tempat membina silaturahmi, kebersamaan, dan
semnagat Sportivitas. Ini akan menjadi pusat kegiatan positif bagi generasi
muda Batu Merah, kata Budi Wijatno
“Peminat mini soccer semakin
banyak terlihat dari jadwal pengguna yang sudah mendaftar menjadi member untuk
menggunakan lapangan” ukarnya
Pembangunan mini soccer sebagai komitmen untuk memperkuat
sarana olahraga dan mendukung pembentukan
karakter generasi muda bangsa, dan terpenting lapangan ini dikelola oleh
Badan Usaha Milik Desa/Negeri yang bisa menyumbang Pendapatan Asli
Desa/Negeri(PADes/Neg bagi negeri Batu Merah;
Turut hadir dalam Soft Opening
ini, Saniri Negeri Batu Merah, Pembina SSB Hatukau Putra, Pengurus BUMNeg
Hatukau, Staf Desa dan Pendamping Desa Kota Ambon yang terus mengawal
penggunaan Dana Desa di Kota Ambon, (Baria Ngaja,SP. TAPM Kota Ambon)


Luar Biasa Semakin ada Pelatihan Semakin Unggul kualitas Kader Posyandu dalam Menyiapkan Generasi Ummat Daerah dan Bangsa Indonesia 👍👍🇮🇩
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSarana olah raga desa yang dibangun dgn dana desa, wajib di manfaatkan agar bisa mampu menghasilkan kontribusi bagi Pendapatan BUMDES dan. PAD negeri Batu Merah. Bukan hanya di bangun sebagian pemenuhan prasana yang ada di negeri, namun harus dimanfaatkan dengan melakukan berbagai lomba baik internal maupun antar negeri/desa, atau bisa juga di sewakan bagi klub-klub, yang ingin berlatih.. Tetap semangat membangun desa. Salam Berdesa untuk semuanya.
BalasHapus